Pernah ada seseorang yang menawarkan untuk tinggal walaupun tak berjanji takan pergi.
Kuterima dengan senang hati walaupun tak pernah ada janji.
Mengikatlah. Pinta yang tak kunjung terjadi. Berjanjilah. Ingin yang tak pernah terpenuhi.
Tetap kujalani walaupun abu-abu yang terlihat. Tak apa, aku merasa tercukupi dengan hadirnya.
Lalu tawaran itu menguap.
Dalihnya ia tak pernah menjanjikan apapun untukku.
Ia pergi, dan dengan cepat mengganti.
Terlalu cepat.
Hati berkata, takkan pernah kumaafkan.
Tapi masih ada yang menggelitik. Jangan pergi, kumohon warnai abu-abuku.
Siapa ?
Hati yang berkata takan memaafkan lalu mencibir.
Kau pikir kau malaikat ? Atau justru kau terlalu bodoh ?
Kau bohong bilang takkan pernah memaafkan.
Aku memang benci.
Akupun. Tapi jangan mengingkari. Abu-abumu tetap kau harapkan untuk menjadi biru. Merah muda. Kuning. Jingga. Hijau.
Ya. Tapi bukan dengannya.
Ya. Aku setuju.
-R
Tidak ada komentar:
Posting Komentar