Sabtu, 14 Maret 2015

Kuning

Pernah ada seseorang yang menawarkan untuk tinggal walaupun tak berjanji takan pergi.
Kuterima dengan senang hati walaupun tak pernah ada janji.
Mengikatlah. Pinta yang tak kunjung terjadi. Berjanjilah. Ingin yang tak pernah terpenuhi.
Tetap kujalani walaupun abu-abu yang terlihat. Tak apa, aku merasa tercukupi dengan hadirnya.
Lalu tawaran itu menguap.
Dalihnya ia tak pernah menjanjikan apapun untukku.
Ia pergi, dan dengan cepat mengganti.
Terlalu cepat.
Hati berkata, takkan pernah kumaafkan.
Tapi masih ada yang menggelitik. Jangan pergi, kumohon warnai abu-abuku.
Siapa ?
Hati yang berkata takan memaafkan lalu mencibir.
Kau pikir kau malaikat ? Atau justru kau terlalu bodoh ?
Kau bohong bilang takkan pernah memaafkan.
Aku memang benci.
Akupun. Tapi jangan mengingkari. Abu-abumu tetap kau harapkan untuk menjadi biru. Merah muda. Kuning. Jingga. Hijau.
Ya. Tapi bukan dengannya.
Ya. Aku setuju.

-R

Jumat, 13 Maret 2015

Yuk Bersyukur...

Assalamualaikum~~~

Hari ini lg pengen membahas tentang syukur. Kenapa ? Karena akhir-akhir ini saya sering sekali mengeluh. Mulai dari banyaknya pekerjaan di kantor, gaji yang tak seberapa, keinginan banyak yang belum terlaksana, dan masih banyak lagi hal yang saya keluhkan.

Setelah sekian lama kesal sendiri hasil dari mengeluh setiap hari, akhirnya saya menyerah. Saya menangis entah dari keluhan yang mana (saking banyaknya hihiii..)

Mengeluh pada sesama manusia tak membuahkan hasil apa-apa. Setelah saya fikir lg, mengeluh pada manusia hanya membuat kesan negatif pada diri saya sendiri. Sambil menangis, saya curahkan semua yang ada di hati dalam sujud panjang dan doa di lima waktu yang saya jalankan. Saya memohon kekuatan untuk apapun yang sedang saya kerjakan.

Allah swt. memang maha penyayang.
Setelah keluhan-keluhan dan memohon kekuatan, Allah menenangkan hati saya. Hari-hari yang awalnya terasa begitu berat, sedikit demi sedikit mulai kunikmati lagi.

Sebenarnya mudah. Bersyukurlah.

Allah maha adil, Allah pasti memberikan porsi sesuai kemampuan makhluknya. Allah meluaskan pemikiran saya tentang segala hal. Dan semuanya selalu berujung pada -> bersyukurlah...

Beban pekerjaan terasa begitu berat, rasanya tak adil dengan gaji yang tak seberapa. Adakah yang pernah berfikiran sama seperti saya ? Yakinlah Allah itu maha adil. Jika pekerjaan kita tak sebanding dengan gaji, Allah yang akan membayar sisanya. Dengan kesehatan untuk kita dan orang tua kita, kebahagiaan, cinta, dan semua rezeki yang tak pernah selesai kita ucapkan Allah beri semuanya tanpa pamrih. Jadi, apa gaji saya masih kurang ?

Banyak orang diluar sana memimpikan sebuah pekerjaan dengan lingkungan yang nyaman, yang bahkan dapat berkata 'jika aku memiliki pekerjaan dengan beban 100 kali lipat dari beban pekerjaanmu, aku tak akan mengeluh'.

Melihat hidup orang lain sepertinya mudah, sedangkan saya begitu berat menjalani semuanya.
Kita hanya tidak tahu perjuangan apa yang sudah orang lain lakukan, mereka tidak mengeluh sehingga kita tidak tahu.

Melihatlah keatas untuk memotivasi diri menjadi lebih maju, dan lihatlah kebawah untuk selalu dapat mengucap syukur.

Alhamdullilah.

Sederhana, tapi memberikan efek yang luar biasa. Yuk biasakan bersyukur.

Ini hanya sebatas catatan untuk diri saya sendiri yang merasa begitu kurang bersyukur atas semua nikmat Allah. Bukan maksud menggurui siapapun. Saya bukanlah wanita suci tanpa dosa, saya hanya ingin terus menjadi lebih baik, dimulai dari selalu bersyukur.

-R